Artis komedi dan vokalis Dorce Gamalama (50) ikut berduka atas meninggalnya master ceremony (MC), aktor, dan penyanyi kenamaan Kris Biantoro. Dorce mengenang Kris sebagai salah seorang raja kuis di Tanah Air.

"Dia seorang raja kuis, sudah beri sumbangsih buat negeri ini," kata Dorce dalam wawancara di kediaman Kris Biantoro di Kompleks Bukit Permai, Jalan Bromo Blok K/8 dan K/9, Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (13/8/2013) sore. "Dia pergi saat Republik Indonesia (akan) berulang tahun (ke-68)," tambah Dorce tentang lelaki yang pernah menjadi relawan selama enam bulan di Irian Barat pada masa Operasi Trikora itu.

Christophorus Soebiantoro alias Kris Biantoro, yang lahir di Magelang, 17 Maret 1938, meninggal dunia di rumahnya itu pada Selasa (13/8/2013), pukul 13.30 WIB. Dalam dunia hiburan, sebagai vokalis pop, Kris dikenal dengan nyanyian-nyanyiannya yang berjudul "Mungkinkah", "Jangan Ditanya ke Mana Aku Pergi", dan "Juwita Malam". 

Selaku aktor, pada 1970-an ia bermain dalam banyak film, yaitu "Last Tango in Jakarta", "Si Manis Jembatan Ancol", "Bulan di Atas Kuburan", "Paul Sontoloyo", "Atheis", "Pilih Menantu", "Kuntianak", "Bajingan Tengik", "Bawang Putih", "Tiga Sekawan", "Akulah Vivian", dan "Kuda-Kuda Binal". Selain itu, ia juga terkenal sebagai pemandu acara-acara televisi, antara lain Siapa Dia, Aneka Ria Safari dan Dansa Yo Dansa di TVRI. 

Kris tercatat pula mendirikan Lestari (Lembaga Seni dan Teater Indonesia). Ia juga menggagas Konser Musik Kolosal Pentas Seni di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, yang dimeriahkan oleh Norma Sanger, Ellya Khadam, Lolypop, Vina Panduwinata, dan SAS. Di samping itu, ia pernah memandu acara di klab Tropicana, Jakarta, menjelang konser band rock Inggris Deep Purple di GBK pada 1975.

Berikan Komentar Anda Disini :